Tampilkan postingan dengan label Pemilu 2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemilu 2014. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Februari 2014

Kader Non Caleg Ini Ikhlas Jual Rumah Tinggalnya

pkspasarmanggis - Jual harta benda pribadi untuk modal kampanye mungkin hal biasa. Calon anggota legislatif (caleg) memang perlu modal besar untuk sosialisasikan dirinya. Namun apa jadinya jika ada kader non caleg yang sampai rela menjual rumah tempat keluarganya berteduh untuk kampanye PKS? Dia makhluk langka!


Ini kisah nyata dari Mojoroto Jatinom, Sidoharjo, Wonogiri. Sebuah kabupaten di perbatasan Jawa Tengah. Faqih (38 tahun) ikhlas menjual rumah tempat tinggalnya untuk modal kampanye meraup 3000 suara PKS. Dia ingin partai dakwah ini menang di daerah pemilihannya di Sidoharjo.Pria sederhana ini tak rela jika PKS tak dapat kursi di Dapil 2 Wonogiri hanya karena masalah dana.

Faqih, bukanlah caleg. Bukan pula petinggi elit partai. Dia hanya seorang kader biasa. Seorang wiraswasta kecil yang penghasilannya tidak menentu. Ingin dirinya berinfaq untuk kemenangan partai dakwah ini, tapi apa daya tabungan pun tak ada. Hanya rumah yang ditinggali Faqih beserta istri dan empat anak, harta paling berharga yang dimilikinya.

Setelah berunding dengan istriya, SMS pun dilayangkan Faqih kepada pimpinan partai. “Pak, njenengan sampaikan k Pak Hadi (Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPW PKS Jateng, Red) atau siapa kalau berkenan. Ane lg mau jual rumah dan pkarangane u kampanye PKS Pak yg d Mojoroto Jatinom. Harga pasaran 120 jt, tp mau aku jual 80 jt aja Pak, yg separo u kampanye sidoharjo Pak. Kondisi rumah skrg lengkap sangat layak pake, tanah 430 m2. Pengin iuran kampanya tp belum ada uang, biar ada 3000 suara u sidoharjo…”

Jika hasil penjualan rumahnya telah terkumpul, Faqih berniat menginfaqkannya untuk pemenangan PKS di kecamatan Sidoharjo yang masuk dalam Dapil 2 Wonogiri (Ngadirojo, Nguntoronadi, Girimarto, Jatipuro dan Sidoharjo).

Subhanallah.Benarlah firman Allah dalam QS. Al-Kahfi : 46:

الْÙ…َالُ ÙˆَالْبَÙ†ُونَ زِينَØ©ُ الْØ­َÙŠَاةِ الدُّÙ†ْÙŠَا ÙˆَالْبَاقِÙŠَاتُ الصَّالِØ­َاتُ Ø®َÙŠْرٌ عِÙ†ْدَ رَبِّÙƒَ Ø«َÙˆَابًا ÙˆَØ®َÙŠْرٌ Ø£َÙ…َلا

”Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”


Sumber: PKS Jawa Tengah

Melongok Kepribadian Sang Presiden di Mata Sang Guru

pkspasarmanggis - Awal tahun 1980 datang seorang anak kecil bersama pamannya ke Pesantren Darul Arqam untuk mendaftarkan diri sebagai santri. Anak bertubuh kurus itu menjadi santri paling kecil diantara ratusan santri lainnya.




Demikian penuturan seorang guru di Pondok Pesantren Darul Arqam, Ustadz Abdul Djalil Thahir ketika bincang-bincang santai bersama tim media Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan (Sulsel) baru-baru ini.

"Santri kecil itu bernama Anis Matta, bocah bertubuh kecil tapi pemberani," kata Abdul Djalil

Abdul Djalil melanjutkan ceritanya bagaimana Anis Matta dalam usia 11 tahun mampu menjadi santri yang melebihi santri-santri lainnya. "Awalnya banyak santri yang tidak memperhitungkan Anis Matta, namun dengan berjalannya waktu, anak itu memperlihatkan kemampuannya, kecerdasannya dan kepiawaiannya dalam berkata-kata membuatnya diakui oleh semua santri Darul Arqam," tuturnya.

Sosok Cerdas dan Disiplin

"Di Pesantren ini, kalian harus siap 'dipalu', 'digergaji', kalian memang tidak merasakan manfaatnya saat ini, tapi kalian akan merasakan manfaatnya saat keluar nanti," demikian nasihat yang seringkali dilontarkan Abdul Djalil kepada ratusan santrinya.

Abdul Djalil yang merupakan guru bahasa arab di Darul Arqam mengatakan bahwa Anis Matta sosok santri yang disiplin, Anis diakuinya tidak pernah terlambat datang ke kelas.

“Saya sangat tegas jika mengajar, santri yang terlambat boleh mengikuti pelajaran tapi dengan syarat berdiri sampai pelajaran usai. Anis Matta tidak pernah terlambat mengikuti pelajaran, dia anak yang rajin,” ungkap lelaki kelahiran 1945 ini.

Di Pesantren, lanjut Djalil, Anis Matta adalah sosok yang ramah, dia tidak punya musuh dan tidak pernah bertengkar. "Dia disukai banyak orang karena kecerdasan dan kebaikannya," ungkapnya.

Nasi Kecap yang Membuatnya Jadi Orang Besar

Anis Matta pernah menceritakan dalam orasi-orasinya ketika melakukan konsolidasi dengan kader di daerah bahwa menu sarapan paginya hanyalah seporsi nasi kecap. Namun dari nasi kecap itulah ia kelak akan menjadi orang besar, begitulah guru-gurunya sering menasehatinya.

Selain nasi kecap, sumur tempat para santri mandi pun jauh dari dari pondok, berjarak 1 kilometer dan dikelilingi kubangan kerbau, membuat air sumur tersebut bau.

"Yah, nasi kecap dan air bau itulah yang membuat Anis menjadi orang besar dan berkarakter," ujar Abdul Djalal. Apa yang dinasehatkan para gurunya ternyata benar adanya.

Dan kini ada dua santri cerdas luluan Darul Arqam, Anis Matta yang kini menjadi Presiden PKS dan Shamsi Ali yang kini menjadi Imam Besar di Amerika Serikat.

Sosok yang Kritis

"Kalau kamu tidak bisa melawan dan memgalahkan saya, berarti kamu bukan murid saya" itulah kalimat yang pernah terlontarkan dari Abdul Djalil kepada Anis semasa berpondok di Darul Arqam.

Salah satu karakter Anis Matta yang disukai oleh Abdul Djalil adalah sikap kritisnya. Dalam usia masih belasan tahun, Anis berani menyampaikan kritikannya jika merasa tidak sesuai dengan pendapatnya. Menurut Abdul Djalil itu adalah karakter pemimpin. Ayah dari delapan anak ini menceritakan sikap kritis Anis Matta yang tidak bisa dia lupakan.

“Saat itu Anis Matta kelas 6 (Tiga Aliyah), kebijakan di pesantren, santri aliyah dimasukkan ke jurusan IPA, Anis dan teman-temannya tidak setuju, karena harusnya mereka di jurusan syariah dan tarbiyah, tapi karena saat itu saya lagi di luar kota mengikuti pendidikan selama 3 bulan maka dia belum sempat protes,” Kenang Abdul Djalil.

Menurutnya, Anis tidak bisa menahan gejolak ketidaksetujuannya, maka dia mendatangi rumah Abdul Djalil dan bertemu dengan istri Sang Guru, Khaeriah Abdul Jabbar.

“Bu, tolong berikan alamatnya ustad, kami mau kirim surat, kami tidak mau seperti ini,” protes Anis di depan istri Abdul Djalil.

Khaeriah tidak memberi dan mengijinkan Anis untu mengirimkan surat protesnya. “Tidak bisa, kamu tidak boleh mengganggu suami saya yang sedang ikut pendidikan, kalau mau protes nanti saja ketika dia sudah pulang,” tegas Khaeriyah menolak permintaan Anis, maka Anis pun menahan keinginannya hingga Sang Guru kembali ke pesantren.

Saat kembali dari pendidikan, Abdul Djalil melihat gejolak dan sikap kritis di mata Anis, maka dia menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan kebijakan pesantren.

“Kenapa kalian tidak mau belajar IPA? Padahal dalam Al-quran itu isinya tentang alam dan cara mengatur alam,” kata Abdul Djalil menjelaskan panjang lebar di depan ratusan santri, Anis mendengarkan dengan seksama.

Setelah itu tidak ada penentangan, Suami dari Khaeriyah Abdul Djabbar itu sangat paham bahwa Anis memang kritis jika tidak ada hal yang sesuai dengan pemikirannya, namun setelah mendapat penjelasan dan masuk akal maka dia akan menjadi orang yang sangat patuh.

Sosok Cinta Membaca dan Menulis

Siapa yang tidak mengenal Anis Matta dengan buku Serial Cinta nya. Ternyata Putra kelahiran Bone itu telah memulai karir menulisnya saat dia masih di Pesantren Darul Arqam, tulisan sastra berupa puisi pernah dimuat di koran lokal, dan tulisannya juga sering menghiasi buletin iqro, buletin yang diterbitkan oleh Pesantren Darul Arqam.

Anis adalah sosok yang selalu menggunakan waktunya dengan baik, tidak ada waktu yang dibiarkan terbuang percuma, dia selalu mengisi waktu luangnya dengan membaca.

“Makanya kalau dia berbicara, dia bisa menyambungkan peristiwa-peristiwa, itu semua didapat dari membaca,” ungkap lelaki pendiri Pesantren Darul Aman itu.

Menjadi Sekretaris Sejak Aliyah

Abdukl Djalil pernah mengatakan bahwa jika ingin menjadi ketua yang sukses, jadilah sekretaris yang sukses. Hal ini diterapkan dengan baik oleh Anis Matta dalam sepak terjanganya di dunia organisasi.
Sebelum menjadi presiden Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta adalah Sekretaris Jenderal sejak Partai Keadilan terbentuk pada tahun 1998.

Pengalaman menjadi sekretaris ternyata sudah dijalani oleh bintang Darul Arqam itu sejak kelas 5 (2 Aliyah). Saat itu Anis menjadi sekretaris OSIS yang diketuai oleh Thalabuddin Welete.
Abdul Djalil yang juga pembina OSIS sengaja menempatkan Anis sebagai sekretaris karena dia melihat ada karakter kepemimpinan dalam dirinya.

“Sekretaris yang sukses bisa menjadi ketua yang sukses, sedang ketua yang sukses belum tentu menjadi sekretaris yang sukses,” kata Abdul Djalil kepada Anis Matta saat itu.

Anis menjalankan tugasnya sebagai sekretaris OSIS selama satu tahun, Abdul Djalil menganggap bahwa dia sukses menjadi sekretaris saat itu.

Bintang di Dalam dan Luar Pesantren

Jika Anis menjadi presiden RI, maka Shamsi Ali jadi menteri luar negerinya. Demikian dikatakan Abdul Djalil dalam wawancaranya kepada tim media PKS Sulsel.

Anis Matta menyelesaikan pendidikan di Darul Arqam pada tahun 1986 sebagai lulusan terbaik. Dia menjadi bintang di Darul Arqam, tidak ada yang bisa menggeser Anis dari posisi pertama hingga kelulusannya. Abdul Djalil menuturkan bahwa salah satu santri yang sama cerdasnya dengan Anis Matta adalah Shamsi Ali, santri dari Kajang Bulukumba yang saat ini menjadi Imam Besar di Amerika Serikat. Shamsi Ali adalah Junior Anis Matta.

“Anis angkatan 1986 sedang Shamsi Ali angkatan 1987. Mereka sama-sama cerdas," ungkap salah satu pendiri Yayasan Pembina Dakwah Islamiyah itu.
Lelaki yang juga perintis Pesantren Darul Istiqamah ini menyatakan bahwa Jika Anis Matta menjadi Presiden RI maka Shamsi Ali layak menjadi menteri luar negeri.

“Mereka adalah sosok yang cerdas, sahabat akrab, jiwa leadership ada pada diri mereka," lanjut sosok yang juga menjadi calon DPD RI nomor urut 4 ini.

Bintang Darul Araam itu serasa tidak pernah redup, setelah kelulusannya daripesantren, Anis melanjutkan kuliah di LIPIA Jakarta. Kecerdasannya terus bersinar hingga ia ditawarkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 di Saudi Arabia. Namun Anis menolaknya, ia lebih memilih keasyikannya dalam tarbiyah di bumi pertiwi.

Keputusan Anis sempat merisaukan sang Guru. Namun Abdul Djalil meyakini bahwa Anis sudah menimbang-nimbang keputusannya.

"Saya lebih memilih untuk dalam tarbiyah disini ustadz (di Indonesia. red)," ujar Anis saat itu. Anis menjelaskan alasannya bahwa ia lebih memilih gerakan tarbiyah yang kini menjadi cikal bakal berdirinya Partai Keadilan yang saat ini telah berubah nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Lihatlah, itu adalah keputusan yang tepat, dia memang cerdas dan penuh pertimbangan. Gerakan tarbiyah yang dia pilih menjadikannya dikenal seperti sekarang," kata Abdul Djalil sembari tersenyum mengisahkan Anis Matta.

Dengan kesibukannya yang sangat padat sebagai presiden PKS dan salah satu kader yang dijadikan calon presiden dari PKS, Anis tidak sendiri dalam menjalani tugasnya. Ahmad Sahal, anak ke-4 dari gurunya menjadi sekretaris pribadinya.

Ahmad Sahal sendiri adalah seorang penghafal Al-qur’an sejak usianya masih belasan tahun, dia menghafal Al-quran di Pakistan saat mengikuti ayahnya yang sedang kuliah di Universitas Internasional Islamabad. Sahal adalah orang asing pertama yang menghafal Al-quran 30 juz di Islamabad. Dari Ahmad Sahal inilah Sang Guru mendapatkan informasi tentang keseharian Anis Matta.

Pesan Sang Guru untuk Sang Presiden

Abdul Djalil tidak meragukan kemampuan murid terbaiknya itu. Menurutnya, Anis memang layak menjadi Presiden RI.

"Niat untuk menjadi RI-1 harus dipermantap, karena kamu memenuhi persyaratan untuk itu," pungkasnya.


Sumber: anismatta.net

Rabu, 29 Mei 2013

Apakah Anda Sudah di Mutakhirkan ?




pkspasarmanggis - Sejak awal bulan Mei 2013, Pantarlih (Panitia Pemutakhiran Data) bersama para Ketua RT aktif menyambangi warga satu persatu untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) atas data pemilih yang disediakan oleh pemerintah.

Petugas mendatangi rumah-rumah warga selama satu bulan untuk memastikan keberadaan orang yang tertera dalam data pemilih yakni data hasil sinkronisasi daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dengan daftar pemilih tetap (DPT) pemilu terakhir.

Nantinya, pantarlih dalam kegiatan verifikasi data adalah menempelkan stiker. Pantarlih yang telah mendatangi rumah penduduk wajib mengisi dan menempel stiker yang berisi nama Kepala Keluarga dan nama pemilih di dalam keluarga tersebut di setiap rumah yang sudah didatangi.

Kemudian, petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) akan mengawasi kinerja Pantarlih sehingga data yang akan dituangkan ke dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) benar-benar valid.





Jika masih ada data yang diragukan, PPS dapat menugaskan kembali Pantarlih untuk turun ke lapangan melakukan pengecekan datanya. PPS akan melakukan penyusunan bahan DPS dari tanggal 10 Juni sampai 9 Juli 2013. Selanjutnya dilakukan penetapan DPS pada tanggal 10 Juli 2013 dan diumumkan ke publik dari tanggal 11 sampai 24 Juli 2013 untuk mendapatkan masukan dan tanggapan dari masyarakat. Perbaikan dan penyusunan DPS dilakukan sejak tanggal 2 sampai 15 Agustus 2013. Kemudian ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap oleh KPU Kabupaten/Kota.

Jangan sampai tidak terdata. Pastikan rumah dan nama kita, saudara, kader dan simpatisan sudah terdata dan tertempel stiker serta menerima bukti telah dimutakhirkan Data Pemilih Pemilu 2014. Jika belum, hubungi Pantarlih dan Ketua RT anda berada. [arz]

Rabu, 17 April 2013

Kunjungi PKS, Dubes Inggris & Anis Matta Bincang Isu Energi Hingga Politik Islam



pkspasarmanggis - Dubes Inggris Mark Canning berkunjung ke kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (16/4/2013). Dalam kunjungan itu, Canning berbincang banyak hal dengan Presiden PKS Anis Matta mulai dari isu energi hingga partai politik Islam.

Pertemuan dua tokoh tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. Beberapa hal yang dibahas kedua tokoh seperti isu energi dan perubahan iklim, pembatasan karbon, lingkungan hidup, hingga sikap dan kebijakan partai dan parlemen.

"Termasuk isu yang lampaui batas politik, sustainability energi dan lingkungan hidup jangan dikorbankan karena politik," tutur Anis.

Dalam kesempatan itu, Canning juga bertanya banyak hal tentang partai politik Islam dan sistem pemilu di Indonesia.

"Kenapa partai Islam kurang berhasil menghimpun suara. Persoalan yang dihadapi bangsa ini bukan ideologi dalam pemilu, persoalaannya reformasi baru 15 tahun. Banyak hal yang perlu dibenahi," jelas Anis.

PKS sebagai partai Islam terbuka, lanjut Anis, memiliki hubungan yang baik dengan beragam agama. PKS juga memiliki hubungan baik dengan Partai Komunis di Cina.

"Salah satu karakter kuat masyarakat Indonesia moderat dan toleran, ekstrimisme tidak akan laku," tegas Anis menggambarkan posisi PKS dalam masyarakat Indonesia.

Mantan wakil ketua DPR ini juga mengatakan saat ini PKS belum menentukan calon presiden yang akan diusung pada Pemilu 2014 mendatang. Hal ini dikatakan Anis menjawab pertanyaan Canning kemungkinan sejumlah tokoh populer PKS akan menjadi capres.

Kunjungan Canning ke Kantor PKS merupakan bagian road shownya ke parpol-parpol di Indonesia, khususnya jelang Pemilu 2014.

Rabu, 10 April 2013

PKS Jadi yang Pertama Daftarkan Caleg ke KPUD



pkspasarmanggis - Setelah mengalami penundaan dihari perdana dibukanya pendaftaran, akhirnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merampungkan penyerahan Daftar Calon Sementara (DCS). Berkas diantar langsung oleh Ketua DPW PKS Jakarta, Selamat Nurdin yang didampingi ketua pemenangan, Tubagus Arif serta rombongan ke kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta di Jalan Budi Kemuliaan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (10/4) siang.

Meski sempat tertunda satu hari dari waktu yang ditargetkan, PKS tetap menjadi partai pertama yang menyerahkan.berkas DCS. Hal tersebut disampaikan oleh Sumarno, Ketua Pokja Pencalonan DPRD DKI Jakarta. “Sampai saat ini baru PKS yang sudah datang menyerahkan berkas. Ada 100 caleg yang didaftarkan untuk 10 dapil” ungkap Sumarno.

Sementara itu, Selamat Nurdin menungkapkan bahwa langkah cepat yang dilakukan oleh PKS menunjukkan kesiapan yang sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari.

“Langkah segera yang kita lakukan adalah bukti bahwa kita siap. Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, caleg PKS bukan orang-orang yang ujug-ujug begitu saja menjadi caleg, melainkan mereka yang sudah melewati proses panjang yang diterapkan oleh partai” tutur ketua komisi B DPRD DKI tersebut.

Terkait masih terdapatnya beberapa kekurangan, Selamat Nurdin mengungkapkankan hal tersebut akan dituntaskan dalam satu hingga dua hari ke depan.

“Alhamdulillah PKS DKI Jakarta sudah daftarkan 100 caleg, 65 laki-laki dan 35 perempuan. Walau masih ada perbaikan administrasi, insyaAllah satu dua hari akan tuntas,” tutup Selamat.

Senin, 08 April 2013

Partai adalah School of Leadership Bagi Kader dan Tokohnya



pkspasarmanggis - Sehari menjelang pendaftaran calon anggota legislatif (caleg) untuk pemilihan umum 2014, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menyelesaikan penyusunan nama para calon dengan kapasitas mumpuni. Berbeda dengan beberapa partai lain yang melakukan open recruitment, penentuan nama-nama caleg PKS dilakukan dengan mengutamakan penilaian kompetensi dan prestasi. Selamat Nurdin selaku DPW PKS Jakarta menyatakan, penentuan calon dilakukan dengan penerapan sistem school of leadership. Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers di Restoran Sate Senayan Kebun Sirih, Jakarta Pusat (Senin, 8/4/2012).

“Bagi kita di PKS, ada penerapan sistem School of Leadership. Artinya, untuk menjadi caleg dari PKS tidak bisa ujug-ujug jadi begitu saja” ungkap Selamat Nurdin.
Saat ditanya apakah PKS tidak menerima caleg dari luar internal, Ketua Komisi B tersebut mengungkapkan bahwa PKS tetap mungkin menerima calon dari kalangan manapun. Hanya saja, siapa pun mereka adalah yang melewati proses school of leadership yang diterapkan.

Pria yang akrab disapa Bang Didin itu juga menambahkan, “ Kita menginginkan PKS menjadi wadah yang dibangun bersama dalam susah dan senang, bukan menjadi tempat yang hanya didatangi saat dibutuhkan saja.”

Dalam proses pencalonan, Selamat Nurdin mengungkapkan bahwa PKS tidak melakukan pemungutan biaya apapun. Dengan demikian, harapannya jangan sampai satu calon menghantam calon lain dalam satu partai yang sama.

Terkait calon yang akan didaftarkan, Selamat Nurdin menjelaskan dari 100 nama untuk caleg DPRD, 10 persen diantaranya adalah nama incumbent (anggota dewan sebelumnya). Untuk calon yang akan maju di DPR RI, terdapat nama-nama populis seperti Hidayat Nur Wahid, Adang Daradjatun serta Dani Anwar yang merupakan mantan calon Gubernur Jakarta. Mereka adalah figur yang telah malang melintang dengan persoalan Jakarta, sehingga akan mampu mewakili aspirasi rakyat Jakarta. Dengan demikian, PKS merasa optimis akan kembali mengulangi sukses 2004, dimana PKS menjadi nomor satu dalam pemilu legislatif.

Rabu, 20 Februari 2013

PKS Membuka Diri Untuk Aktivis Muda Muhammadiyah

pkspasarmanggis - PKS selaku Partai Islam membuka diri bagi seluruh aktivis muda Muhammadiyah jika tertarik untuk bergabung dan bersama memperjuangkan nilai-nilai Islam di Indonesia. Demikian disampaikan Ketua Fraksi PKS DPR RI Hidayat Nur Wahid saat menerima Audiensi Pimpinan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) di DPR, Rabu (20/2)




“PKS membuka diri jika aktivis muda Muhammadiyah bersedia bergabung. Saran saya, akselerasi kader Muhammadiyah dalam politik harus lebih luas dan tidak hanya dengan partai yang selama ini identik dengan mereka,” ungkap Hidayat.


Menurut Hidayat, PKS adalah partai yang bisa dekat dengan semua kalangan, termasuk Muhammadiyah dan NU. Kedekatan ini, lanjut Hidayat, didasarkan kepentingan bersama untuk Indonesia yang lebih baik.


“Kami membuka diri terhadap semua kalangan. Dan apalagi ini pemuda yang harus peduli pada nasib bangsa. Politik, bagi PKS, adalah jalur pengabdian untuk ikut memperbaiki nasib bangsa,” ujarnya.


Menurut Ketua Umum DPP IMM Razikin, Silaturrahim dan audiensi dengan pimpinan Fraksi PKS DPR RI ini ini merupakan langkah organisasi kepemudaan untuk selalu mendekatkan dan menyamakan derap langkah untuk menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi di Indonesia.


Selain itu, DPP IMM juga menyampaikan undangan langsung kepada Ketua FPKS DPR RI Hidayat Nur Wahid untuk hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP IMM Tanggal 2-3 Maret mendatang.

Senin, 18 Februari 2013

Harusnya Malu Pada PKS

pkspasarmanggis - Pemberitaan yang kita dapat baik di media elektronik, media cetak maupun di alam maya tentang kasus yang menimpa Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishak selalu mengetengahkan sisi negatif dari kejadian tersebut. Kita berbondong-bondong menghujat bahwa PKS yang berbasis Agama Islam pun tergiur untuk korupsi. Semua akan berkata bahwa tak ada lagi partai yang patut diteladani. Dan semua akan menghakimi bahwa PKS memang tak layak dipercaya lagi.



Aku bukanlah salah seorang pengurus dari partai tersebut, bukan pula simpatisannya. Tapi aku mencoba melihat sisi baik dari kejadian demi kejadian yang dialami oleh partai tersebut. Beberapa kali kejahatan baik secara etika, moral maupun finansial yang dilakukan oleh insan PKS selalu berakhir mundurnya mereka dari khasanah perpolitikan di tanah air secara sukarela. Sebagai contoh kasus sederhana yang dilakukan oleh Politisi Partai Keadilan Sejahtera Arifinto bulan April tahun lalu yang ketahuan membuka gambar porno saat sidang paripurna DPR akhirnya dengan suka rela tanpa tekanan ia mengundurkan diri sebagai anggota DPR. Dan dengan jantan ia mengakui perbuatannya serta meminta maaf kepada seluruh kader, simpatisan, konstituen PKS, DPR dan masyarakat Indonesia dalam sebuah jumpa pers di Gedung DPR.

Dan masih banyak kasus-kasus lain yang dilakukan oleh individu-individu dari PKS yang berujung mundurnya mereka dari dunia perpolitikan tanah air. Barangkali kasus (maaf) kentut di depan umumpun akan berujung mundur jika dilakukan oleh pengurus PKS. Lah, di diri mereka sudah tertanam rasa malu (sebagai ciri orang yang beriman, sedangkan manusia tidak pernah luput dari perbuatan salah. Dan budaya mundur jika menyimpang dari norma dan aturan telah tertanam, mulai dari pengurus paling rendah sampai pengurus tertinggi, seperti yang dilakukan oleh Lutfhi Hasan Ishak selaku Sang Presiden yang merupakan pejabat paling tinggi di PKS, walaupun masih berstatus tersangka dan belum tentu terbukti bersalah, tapi dengan lapang dada ia telah mengumumkan pengunduran diri dari kepemimpinannya di PKS. Coba kita perhatikan pada partai lain, mungkin baru Andi Malarangenglah yang melakoninya, yang lain……..? harus disuruh mundur dulu baru mau, bahkan sebagian akan berujung pada kasus-kasus di Pengadilan karena tidak rela jika dilengserkan.

Nah, bercermin dari sini, sebagai salah satu masyarakat Indonesia yang tak luput dan tak bisa lepas dari hak memilih dan dipilih, juga tak diperkenankan untuk Golput, walaupun belum tentu akan menjatuhkan pilihan pada PKS, tapi menurutku PKS masih menjadi partai yang terbaik. Alasannya tentu saja seperti yang telah kupaparkan di atas, dan ini akan berimbas pada partai ini ke depannya, bahwa partai ini memang menghendaki pribadi-pribadi yang mumpuni untuk menjadi pengurusnya, pribadi yang benar-benar jujur dan berjiwa ksatria dengan rasa berkebangsaan yang tinggilah yang bisa duduk di jajaran pengurusnya. Dan pribadi yang berintegritas tinggilah yang menjadi pribadi terpilih. Untuk mewujudkan suatu partai yang benar-benar bersih ya harus menyapu semua kotoran-kotoran di dalamnya. Tentu saja tidak bisa disamakan menyapu kotoran di lantai dengan kotoran yang ada di dalam partai. Tapi dibalik semua itu kita tentu saja masih berharap semua partai yang bertebaran di bumi pertiwi ini bisa menampilkan sosok-sosok yang bersih dan idealis sebagai cermin tingginya moralitas bangsa Indonesia.

Tulisan ini bukan kampanye, bukan iklan, bukan pula bentuk dukungan pada partai ini, tapi dibuat karena aku ingin menulis.

Sumber : Kompasiana

Simpatiku Buat PKS

pkspasarmanggis - Awalnya saya hanya seorang yang apatis dengan partai. Yang saya kenal hanya PPP, PDI/PDIP dan Golkar yang sejak turun temurun memang terkenal sejak dulu kala. Kemudian Demokrat karena saya ngefans banget dengan Bapak SBY. Siapa yang tidak kenal lelaki ramah, sopan, cerdas dan ganteng ini. Partai lain singkatannya saja kadang tidak ingat atau salah sebut. Memang sih dikalangan teman2 ada juga yang membicarakan PKS yang konon partai bersih. Tapi saya tidak melihat perbedaan antara satu partai dengan partai lain. Kalau ada beberapa orang partai besar yang terkena korupsi saya anggap wajar, toh karena anggotanya banyak jadi kalau ketangkap satu atau dua itu kan kebetulan kemasukan anggota yang jelek. Lagian partai kecil juga jadi bersih bukan karena memang bersih tapi karena belum kebagian. Jadi apa istimewanya ?



Makanya ketika ketua PKS ditangkap KPK saya anggap itu biasa walaupun memang agak luar biasa karena yang jadi maling itu bukan anggota biasa tapi ketua. Kan ketua itu biasanya diambil dari kalangan mereka yang paling bagus. Baik dari segi moral yang tidak suka maling, punya dana paling kuat atau punya pemikiran paling cemerlang. Namun anehnya mengapa media2 menjadikan berita itu seakan2 sesuatu yang luar biasa. Semua memuat dan menyorot. Apanya yang menarik ? Apa yang luar biasa ?

Karena itu mungkin saya tertarik dan ingin tahu. Saya baca-baca semua informasi tentang PKS. Kebetulan saya ada akses internet, jadi dengan google saya cari dengan kata kunci PKS. Ternyata sangat-sangat banyak berita. Saya perlu berhari-hari untuk membaca dan mengetahui PKS dari berbagai sisi. Tidak hanya saat KPK menangkap, bahkan semua berita mulai dari yang sangat negatif sampai positif saya dapatkan.

Banyak berita dan artikel yang memberitakan sisi jahat dan banyak berita dan artikel yang memberitakan sisi positif. Setelah membaca dan merenungi sampai timbul pertanyaan ? masa iya ada suatu kelompok orang yang sangat jahat sekaligus sangat baik ? Rasanya mustahil. Saya belum menemukan ada kelompok atau komunitas semacam ini. Makanya timbul suatu gagasan, ada 2 kemungkinan dari semua tulisan yang saya baca : 1. Kelompok yang sangat jahat tetapi mempunyai humas hebat luar biasa atau 2. kelompok yang baik tetapi dimusuhi oleh kelompok lain yang terusik karena keberadaannya

Kedua dugaan itu saya coba uji. Kalau PKS adalah suatu kelompok penjahat yang luar biasa seperti sebagian komentar2 yang melecehkan dan menghujat maka harusnya ada tim atau media yang menjadi tulang punggung untuk menutupi keberadaannya. Saya coba sisir berita dari semua stasiun TV. Ternyata tidak ada satupun yang secara konsisten memuji dan berusaha menutupi kejahatan PKS. Dari Koran, majalah juga tidak ada. Dari situs2 di Internet mungkin yang nyantol sebagai cukup lumayan membela hanya islamedia dan pkspiyungan, itupun dalam penilaian saya belum bisa dikatakan tulang punggung. Karena hanya ala kadarnya jika dibandingkan dengan raksasa seperti kompas, tempo, detik dll. Situs selain dua yang saya sebut memang ada yang membela tetapi kualitasnya sangat tidak bisa diperhitungkan, sangat acak-acakan. Diantara media yang mapan, mungkin hanya republika yang agak adil melihat dari 2 sisi, dan itu juga berarti bukan tulang punggung PKS. Dari sini saya menyimpulkan tidak mungkin PKS itu kelompok penjahat yang mempunyai tulang punggung media propaganda yang sangat bagus.

Akhirnya saya coba uji dugaan saya yang kedua, PKS adalah kelompok orang baik yang dimusuhi oleh kelompok lain dengan motivasi tertentu. Dari sini saya sisir berita-berita dengan cara per kasus. Jadi satu kasus kemudian saya potret dari berbagai komentar tentang kasus itu. Akhirnya saya simpulkan, bahwa kemungkinan besar dugaan saya benar.

Akhirnya menemukan berita di Kompas tentang tidak ada satupun anggota DPR dari PKS yang terkena kasus korupsi, bahkan ketika ada yang dihukum ternyata dibebaskan MA karena terbukti tuduhan mengada-ada. Berita2 tentang kegiatan-kegiatan PKS yang sangat positif dalam hal memperjuangkan masyarakat yang dilakukan terus menerus tidak hanya menjelang pemilihan. Bahkan yang menurut saya agak mengejutkan adalah pembelaan dari tokoh2 masyarakat ketika ada berita negatif. Kalau tokoh2 yang sama sekali tidak ada kaitan dengan PKS membela artinya ada kemungkinan memang PKS tidak salah alias hanya faktor persaingan atau iri hati.

Sebagai orang awam saya hanya bisa bersimpati kepada PKS. Saya hanya bisa menggumam dalam hati: Walaupun saya tidak bisa membantu anda, saya berjanji, paling tidak PKS akan mendapat tambahan 1 suara dari saya.

Sumber : Kompasiana

Senin, 11 Februari 2013

PKS Partai Pertama yang Daftarkan Tim Kampanye

pkspasarmanggis - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi partai politik peserta Pemilu tahun 2014 pertama yang mendaftarkan Tim Kampanye ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal tersebut ditandai dengan diserahkannya daftar nama Tim Kampanye Pusat PKS pada Senin (11/2) sore oleh perwakilan Pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.




Tiba di kantor KPU sekitar pukul 15.00 wib, Pengurus DPP yang dipimpin oleh Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu dan Pemilukada (BP3) DPP PKS, Dono Pratomo, diterima oleh Humas KPU Sahruni. Tim kemudian menyerahkan segepok berkas Surat Keputusan Presiden PKS tentang penunjukan Tim Kampanye tingkat pusat di partai bernomor urut 3 tersebut. “Kami mengetahui dari KPU, bahwa PKS adalah parpol pertama menyerahkan daftar Tim Kampanye-nya,” ujar Dono.

Dono menjelaskan, Tim Kampanye Pusat PKS diketuai oleh Syahfan Badri Sampurno, yang juga adalah Ketua BP3 DPP PKS. Syahfan akan memimpin tim kampanye yang terdiri dari Subtim Kegiatan (Event), Subtim Jadwal Kampanye, Subtim Perijinan. Tugas Tim Kampanye menurut Dono adalah mempersiapkan tim kampanye dari tingkat pusat, menyampaikan jadwal kampanye dan melakukan koordinasi kampanye denga pihak Pengawas Pemilu dan Kepolisian. “Saat ini pula, DPP meminta seluruh pengurus wilayah dan daerah tingkat II mendaftarkan tim kampanye di tingkat I dan II,” ujar Dono.

PKS, menurut Dono, telah siap di seluruh level kepengurusan untuk menjalani kampanye panjang hingga bulan April 2014 saat Pemilu digelar. “Tidak ada perubahan, target tetap 3 besar Pemilu atau 15% suara,” tukasnya mantap.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More